
1. Program Prioritas Nasional 2025 (Kemendikbudristek)

Indonesia meluncurkan 7 inisiatif unggulan untuk memperkuat akses dan mutu pendidikan:
-
Wajib Belajar 13 Tahun, mencakup PAUD hingga SMA/SMK
-
Redistribusi akses pendidikan, penguatan guru, dan beasiswa bagi keluarga miskin
-
Transformasi Digital: Kurikulum Merdeka Belajar, akses internet, e‑learning
-
Pengembangan Profesional Guru: sertifikasi dan beasiswa S1/D4 bagi guru honorer
-
Revitalisasi SMK yang relevan dengan kebutuhan industri
-
Pendidikan Karakter berbasis Pancasila
-
Alokasi Anggaran lebih efisien untuk mendukung transformasi pendidikan
2. Revitalisasi dan Infrastruktur Sekolah (Rp17 Triliun)

Mulai Juli 2025, Indonesia merevitalisasi lebih dari 10,400 sekolah dengan anggaran Rp16,9 triliun. Program mencakup perbaikan fisik dan pemasangan 300.000 smart TVs dalam 3–4 tahun ke depan, serta pembentukan smart classrooms untuk belajar hybrid dan memperkuat pendidikan karakter.
3. Smart Class dan Insentif Guru Honorer

Presiden Prabowo menargetkan sekolah digital di seluruh negeri—dengan teknologisasi lewat smartboards dan pelatihan guru. Juga disalurkan tunjangan Rp300 ribu per bulan untuk sekitar 310.000 guru honorer, serta beasiswa pendidikan senilai Rp3 juta per semester untuk guru yang mengejar D4/s1.
4. Best‑Results‑Fast Program: Pemerataan Pembelajaran Digital

Program ini fokus mempercepat adopsi pembelajaran digital—terutama di sekolah pinggiran—dengan penyediaan layar digital untuk mendistribusikan materi terbaik kepada guru dan murid secara merata hingga pertengahan 2026.
5. Adaptive & Personalized Learning – PAL Program (Andhra Pradesh, India)

Contoh sukses global, program PAL menggunakan teknologi adaptif untuk menghasilkan nilai belajar setara 1,9 tahun dalam 17 bulan. Kini diterapkan di 1.224 sekolah, mencakup 325.000 siswa. Prinsip ini bisa menjadi model untuk pendidikan berbasis AI di Indonesia.
6. Blended Learning dan Universal Design for Learning (UDL)
-
Blended learning menggabungkan digital + tatap muka, terbukti lebih efektif dalam mendukung siswa secara individual.
-
UDL (Universal Design for Learning) memastikan kurikulum inklusif: menyediakan berbagai cara representasi, ekspresi, dan keterlibatan siswa—baik berkebutuhan khusus maupun umum.
Baca Juga :Beasiswa Indonesia yang Membuka Peluang Pendidikan
7. AI dan Digital Literasi Masa Depan
-
AI dalam pendidikan: Generative AI mulai digunakan untuk pembelajaran adaptif meski memerlukan pelatihan guru agar efektif dan inklusif.
-
8 Core Digital Literacy Skills termasuk prompt engineering, etika digital, kolaborasi virtual, dan literasi data—semua penting di era AI.
8. Pendidikan Positif & Well‑Being Siswa (Australia)
Pendekatan Positive Education kini diadopsi di sekolah Australia untuk menguatkan ketahanan mental, manajemen emosi, dan kesejahteraan secara realistis—dengan dukungan keluarga dan guru.
Ringkasan
| Kategori | Program Kunci |
|---|---|
| Akses & Infrastruktur | 13 tahun wajib belajar, revitalisasi sekolah, smart classes, digitalisasi |
| Kompetensi Guru | Insentif honorer, beasiswa S1/D4, pelatihan teknologi |
| Metode Pembelajaran | Blended learning, UDL, adaptive learning (PAL), digital literacy |
| Teknologi & AI | Generative AI, personalized platforms, analitik pendidikan |
| Kesejahteraan & Karakter | Positive Education, pendidikan karakter berlandaskan Pancasila |